KATA SAMBUTAN


Kamis, 01 November 2012

Polres Sambas Amankan 2,9 Ton Gula Ilegal Kamis, 1 November 2012 15:56 WIB

foto:Dua orang petugas Polres sambas menunjukan gula asal Malaysia yang berhasil diamankan


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Polres Sambas Kalimantan Barat berhasil menangkap tujuh pelaku pembawa gula illegal dari Malaysia dengan jumlah gula pasir Illegal sebanyak 2.960 kilogram gula pasir. 

Para pelaku diamankan polisi karena tidak melengkapi dokumen yang sah.

"Kita telah mengamankan ketujuh pelaku tersebut karena membawa gula dari luar negeri di Malaysia tanpa ada dokumen yang sah, dan para pelaku tersebut sudah diamankan di Mapolres Sambas," ujar Kapolres Sambas, AKBP Pahala HM Panjaitan, Kamis (31/11/2012).

Dikatakan, ketujuh pelaku tersebut yaitu HM, SD, DW,  AB, JW, MB, dan SP. "Masing-masing dengan kasus berbeda  dan ditangkap di tempat yang berbeda," katanya.

Tersangka HM, warga Desa Tanjung Keracut, Teluk Keramat ditangkap polisi karena membawa gula illegal sebanyak 1.300 kilogram atau 1,3 ton pada Sabtu (27/10/2012) sekitar pukul 22.30 WIB di jalan raya Galing tepatnya depan Polsek Galing.

"Saat itu tersangka menggunakan mobil pickup membawa gula illegal secara langsung mengendarai mobil tersebut yang di dalam mobilnya diisi gula pasir illegal dan ditimbus dengan terpal. Gula pasir tersebut dibawa dari Aruk," katanya.

Sedangkan tersangka pada kasus berikutnya yaitu melibatkan SM, warga Pontianak yang ditangkap di Jalan Raya Galing pada Minggu (28/10) sekitar pukul 07.00 WIB, membawa gula pasir sebanyak  1,4 ton menggunakan mobil Innova.


sumber:tribun pontianak

Selasa, 30 Oktober 2012

Hormati Hak Wartawan Ketika Liputan Selasa, 30 Oktober 2012 11:23 WIB

FOTO:ILUSTRASI


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Vip Nusa, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Irawan SH  mengatakan agar profesi kewartawanan harus dihormati dan dihargai pada ruang publik.

"Jangan pada saat meliput tugas kewartawanan lalu tidak diizinkan, padahal kegiatan tersebut bersifat terbuka," ujar Irawan kepada Tribunpontianak.co.id,Selasa (30/10/2012).

Menurutnya profesi wartawan merupakan mencari informasi untuk publik."Jadi berhak untuk meliput berbagai kegiatan, jadi jangan sampai dihalang-halangi," katanya.

Apa yang disampaikan Irawan, dialami jurnalis Tribun Pontianak yang hendak meliput kegiatan wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Sultan Muhammad Tsafiuddin Sambas.

Saat itu hendak meliput, namun dicegah oleh panitia untuk masuk ke lokasi wisudawan.


SUMBER:TRIBUN PONTIANAK

Senin, 29 Oktober 2012

Warga Kota Sambas Minta Penambahan Pos Lantas Senin, 29 Oktober 2012 12:54 WIB

                                                               FOTO:ILUSTRASI



TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Tatang, satu di antara warga Sambas Kalimantan Barat mengatakan perlu adanya pos lantas di dekat Sambas Kota yaitu sekitar Desa Saing Rambi, Sambas yang masuk jalur Pantura.

"Kalau melihat kondisi saat ini memang perlu ada pos lagi, namun tidak menghilangkan pos lantas yang lama yang terletak di Jl Gusti Hamzah, Sambas saat ini," ujar Tatang, satu diantara warga Sambas kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (29/10/2012).

Dikatakan, kalau untuk jalur wilayah pasar memang kadangkala ramai mulai dari persimpangan Gabsis.

"Kalau untuk jalur Rambi, memang pada saat-saat tertentu saja" katanya.




SUMBER:TRIBUN PONTIANAK

Minggu, 28 Oktober 2012

Sosis Ayam Madu asal Malaysia Disita Aparat Minggu, 28 Oktober 2012, 08:00 WIB

FOTO:ILUSTRASI



REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengamankan sekitar 91 dus yang berisi daging ilegal asal Malaysia. Daging tersebut disimpan di sebuah gudang di Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.
"Terungkapnya gudang tempat penyimpanan berbagai jenis daging ilegal itu pada Jumat (26/10) pukul 20.00 WIB,'' kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar, seperti dikutip Antara. ''Ini berkat informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas di gudang milik TR.''
Mukson mengatakan masyarakat menginformasikan kepada tim Operasi Perbatasan yang dilakukan oleh jajaran Polda Kalbar. Operasi Perbatasan dilakukan pada lima Kepolisian Resor, yakni Polres Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu.
Adapun sebanyak 91 dus yang berisi berbagai jenis daging itu diamankan dalam sebuah gudang pendingin. Rinciaannya adalah sebanyak 32 bungkus berisi sosis ayam madu asal Malaysia, 70 bungkus baso ikan, 19 kotak daging dada ayam Malaysia, 13 bungkus daging sapi Allana India, serta 16 bungkus daging jeroan ayam Malaysia.
"Saat ini tempat kejadian perkara telah dipasang garis polisi," ungkap Mukson. ''Pemilik TR dan beberapa saksi sedang dilakukan pemeriksaan. Barang bukti juga telah disita.''

Kamis, 25 Oktober 2012

Kadiskes Imbau Waspada DBD Rabu, 24 Oktober 2012 13:18 WIB

FOTO:Nyamuk Aedes agepty pemantik terjangkitnya demam berdarah dengue (DBD).



TRIBUNPONTIANAK - Kadis Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Ketut Sukarja mengintruksikan semua Puskesmas untuk memberikan himbauan kepada masyarakat agar waspada demam berdarah.

"Memang kita masih belum menerima laporan terkait peningkatan demam berdarah, tapi biasanya berdasarkan siklus lima tahunan puncak dari demam berdarah yaitu pada Oktober hingga Desember," ujar dr Ketut Sukarja kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (24/10/2012).

Dikatakan, kewaspadaan itu yaitu melakukan kebersihan lingkungan."Lakukanlah program tiga M yaitu menguras, mengubur dan menutup. Gejala demam berdarah yaitu demam dua sampai tujuh hari, ditandai dengan menurunnya trombosit dan kalau sudah parah hingga sampai muntah-muntah, keluar darah pada hidung, mulut dan telinga," ujarnya.


SUMBER:TRIBUN PONTIANAK

Selasa, 23 Oktober 2012

Penunggak Listrik Sambas Terancam Perdata Selasa, 23 Oktober 2012 16:53 WIB

                                                   foto:ilustrasi


TRIBUNPONTIANAK-PLN Area Singkawang Kalimantan Barat melakukan penandatanganan bersama dengan Kejaksaan Negeri Sambas untuk melakukan penagihan bersama. Hal tersebut bertujuan untuk menekan angka tunggakan pembayaran yang dilakukan pelanggan PLN.

"Penandatangan  MoU ini sebagai tindak lanjut dari penandatangan bersama antara Kajati dan PLN Propinsi di antaranya penagihan terhadap pelanggan yang menunggak pembayaran, dan ini merupakan bantuan di bidang hukum," ujar Manager Cabang  Area PLN Singkawang, Arief Kuncoro kepada wartawan, di kantor Kejaksaan Negeri Sambas, Selasa (23/10/2012).

Arief menjelaskan pihaknya bersama PLN dan kejaksaan akan menindaklanjuti dalam bentuk pemanggilan yang dilakukan kejaksaan bagi penunggak pembayaran listrik  tiga bulan keatas. 

"Belum ada sanksi hukum, ini  masih bersifat  perdata saja. Bantuan ini diperlukan karena teman-teman di lapangan sulit melakukan penagihan bagi penunggak," katanya.

Menurutnya untuk area atau wilayah PLN Singkawang yang banyak melakukan tunggakan yaitu wilayah Pemangkat dan Tebas yang jumlah nominalnya mencapai Rp 450 juta. 

"Jadi kita himbau masyarakat untuk tepat membayar tepat waktu, kalau merasa tidak terbebani sebaiknya beralih dengan membayar sistem prabayar, masyarakat bisa mengendalikan pemakaian listriknya," ujarnya.


sumber:tribun pontianak

Sabtu, 20 Oktober 2012

SEKILAS SEJARAH KERATON SAMBAS

       FOTO:KERATON SAMBAS TERLIHAT DARI PERTIGAAN SUNGAI SAMBAS


Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di sebuah kota kecil yang sekarang dikenal dengan nama Sambas. Untuk mencapai kota ini dapat ditempuh dengan kendaraan darat dari kota Pontianak ke arah baratlaut sejauh 175 km., melalui kota Mempawah, Singkawang, Pemangkat, dan Sambas. Lokasi bekas pusat pemerintahan terletak di tepi kota Sambas. Di daerah pertemuan sungai Sambas, Sambas Kecil, dan Teberau, pada sebuah tempat yang oleh penduduk di sebut Muare Ullakan (Desa Dalam Kaum) berdiri keraton Kesultanan Sambas.
Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di daerah pertemuan sungai pada bidang tanah yang berukuran sekitar 16.781 meter persegi


membujur arah barat-timur. Pada bidang tanah ini terdapat beberapa buah bangunan, yaitu dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar, dua buah gerbang, dua buah paseban, kantor tempat sultan bekerja, bangunan inti keraton (balairung), dapur, dan masjid sultan. Bangunan keraton menghadap ke arah barat ke arah sungai Sambas. Ke arah utara dari dermaga terdapat Sungau Sambas Kecil, dan ke arah selatan terdapat Sungai Teberau. Di sekeliling tanah keraton merupakan daerah rawa-rawa dan mengelompok di beberapa tempat terdapat makam keluarga sultan.
Bangunan keraton yang lama dibangun oleh Sultan Bima pada tahun 1632 (sekarang telah dihancurkan), sedangkan keraton yang masih berdiri sekarang dibangun pada tahun 1933. Sebagai sebuah keraton di tepian sungai, di mana sarana transportasinya perahu/kapal, tentunya di tepian sungai dibangun dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar. Dermaga yang terletak di depan keraton dikenal dengan nama jembatan Seteher. Jembatan ini menjorok ke tengah sungai. Dari dermaga ini ada jalan yang menuju keraton dan melewati gerbang


masuk.
Gerbang masuk yang menuju halaman keraton dibuat bertingkat dua dengan denahnya berbentuk segi delapan dan luasnya 76 meter persegi. Bagian bawah digunakan untuk tempat penjaga dan tempat beristirahat bagi rakyat yang hendak menghadap sultan, dan bagian atas digunakan untuk tempat mengatur penjagaan. Selain itu, bagian atas pada saat-saat tertentu digunakan sebagai tempat untuk menabuh gamelan agar rakyat seluruh kota dapat mendengar kalau ada keramaian di keraton.
Setelah melalui pintu gerbang yang bersegi delapan, di tengah halaman keraton dapat dilihat tiang bendera yang disangga oleh empat batang tiang. Tiang bendera ini melambangkan sultan, dan tiang penyangganya melambangkan empat pembantu sultan yang disebut wazir. Di bagian bawah tiang bendera terdapat dua pucuk meriam, dan salah satu di antaranya bernama Si Gantar Alam.
Sebelum memasuki keraton, dari halaman yang ada tiang benderanya, kita harus melalui lagi sebuah gerbang. Gerbang masuk ini juga terdiri dari dua lantai, tetapi bentuk denahnya empat persegi panjang. Lantai bawah tempat para penjaga yang bertugas selama 24 jam, sedangkan lantai atas dipakai untuk keluarga sultan beristirahat sambil menyaksikan aktivitas kehidupan rakyatnya sehari-hari.
Setelah melalui gerbang kedua dan pagar halaman inti, sampailah pada bangunan keraton. Pada bagian atas ambang pintu keraton terdapat tulisan “Alwatzikhoebillah” yang berarti “Berpegang teguh dengan nama Allah”. Di bagian atasnya tulisan ini terdapat ukiran yang menggambarkan dua ekor burung laut yang bermakna “Kekuatan Kerajaan Sambas pada angkatan laut”, dan angka sembilan yang berarti bangunan keraton ini dibangun oleh sultan yang kesembilan.


Di dalam kompleks keraton terdapat tiga buah bangunan. Di sebelah kiri bangunan utama terdapat bangunan yang berukuran 5 x 26 meter. Pada masa lampau bangunan ini berfungsi sebagai dapur dan tempat para juru masak keraton. Di sebelah kanan bangunan utama terdapat bangunan lain yang ukurannya sama seperti bangunan dapur. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat Sultan dan pembantunya bekerja. Dari bangunan tempat Sultan bekerja dan bangunan utama keraton dihubungkan dengan koridor beratap dengan ukuran panjang 5,90 meter dan lebar 1,50 meter.
Di bagian dalam bangunan tempat Sultan dan pembantunya bekerja, tersimpan beberapa benda pusaka kesultanan, di antaranya singgasana kesultanan, pedang pelantikan Sultan, gong, tombak, payung kuning yang merupakan lambang kesultanan, dan meriam lele. Meriam lele yang jumlahnya tujuh buah hingga sekarang masih dianggap barang keramat dan sering diziarahi penduduk. Masing-masing meriam yang berukuran kesil ini mempunyai nama, yaitu Raden Mas, Raden Samber, Ratu Kilat, Ratu Pajajaran, Ratu Putri, Raden Pajang, dan Panglima Guntur.
Bangunan utama keraton berukuran 11,50 x 22,60 meter. Terdiri atas tujuh ruangan, yaitu balairung terletak di bagian depan, kamar tidur sultan, kamar tidur istri sultan, kamar tidur anak-anak sultan, ruang keluarga, ruang makan, dan ruang khusus menjahit. Di bagian atas ambang pintu yang menghubungkan balairung dan ruang keluarga, terdapat lambang Kesultanan Sambas dengan tulisan “Sultan van Sambas” dan angkatahun 15 Juli 1933. Angka tahun ini merupakan tanggal peresmian bangunan keraton. Di bagian dalam bangunan ini, pada kamar tidur Sultan tersimpan barang-barang khazanah Kesultanan Sambas, di antaranya tempat peraduan sultan, pakaian kebesaran, payung kesultanan, pedang, getar, puan, dan meja tulis Sultan. Pada bagian dinding terpampang gambar-gambar keluarga Sultan yang pernah memerintah Sambas.